WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Penyebab Kegagalan Dalam Budidaya Lele


Budidaya lele tergolong budidaya ikan dengan cara yang mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja, di lahan sempit sekalipun dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Namun, jangan pernah menelan mentah-mentah kalimat di atas karena semua ada ilmunya.

Pengalaman ini pernah saya alami dimana saya telah gagal dalam mencoba membudidayakan lele. Budidaya yang saya lakukan adalah membesarkan dari benih hingga ukuran konsumsi saja, tidak termasuk membuat bibit.

Di pasaran, lele yang diminati konsumen adalah lele dengan ukuran 10 -12 ekor per satu kilogram. Di luar ukuran tersebut harganya sudah beda dan peminatnya pun jarang. Sedangkan ukuran lele yang ideal sesuai permintaan pasar dari kolam budidaya yang saya punya jumlahnya hanya sedikit. Dari 4.000 ekor benih lele yang saya tebar, hanya berhasil penen 18 kilogram saja. Sisanya yang tidak laku dijual akhirnya dikonsumsi sendiri dan dibagi-bagikan pada tetangga sekitar. Dari hasil penjualan tersebut tentu saja belum bisa menutup biaya operasional selama proses pembesaran selama tiga bulan.

Gagal Saat Mencoba Budidaya Lele? Begini Solusinya!

Karena praktek tanpa ilmu itulah saya mengalami kerugian dalam membudidayakan lele. Dari pengalaman tersebut, akhirnya saya menemukan beberapa faktor yang menyebabkan budidaya lele saya mengalami kegagalan. 

Faktor - Faktor Penyebab Kegagalan Budidaya lele

Keadaan kolam
Suhu kolam yang tidak stabil ternyata dapat menyebabkan lele menjadi stres, yang berdampak dengan hilangnya nafsu makan pada lele. Karena lele tidak mau makan, maka banyak lele yang mati. Ini terjadi ketika benih lele baru dimasukkan ke dalam kolam dalam jangka waktu 2 - 4 hari. Pada saat lele masih kecil saja sudah menunjukkan kegagalan, haduh....
Selain itu, saya menggunakan air dari PDAM. Air yang berasal dari PDAM ternyata kurang bagus digunakan karena dapat mempengaruhi pertumbuhan lele. Air PDAM mengandung kaporit, sehingga menghambat pertumbuhan  mikro organisme yang ada di dalam air yang dapat menjadi makanan tambahan untuk lele.

Kualitas benih lele
Kualitas benih lele yang kurang bagus tentu menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan budidaya lele. Benih lele yang baik mempunyai ukuran tubuh ideal sesuai dengan umur, dan tahan terhadap penyakit. Kesalahan yang saya lakukan dalam memilih benih lele adalah saya mengambil dari penjual ikan hias, bukan dari tempat khusus yang menjual benih lele. Maklum, belum banyak informasi yang saya terima pada waktu itu.

Pemberian pakan yang salah
Pada tahap pembesaran, lele harus diberi pakan secara teratur dan dalam jumlah yang sudah ditentukan. Teratur merupakan kegiatan yang tidak bisa ditawar lagi karena lele mempunyai sifat kanibal. Lele bisa saling memangsa apabila dalam keadaan lapar. Tentu saja di sini lele yang terkuat yang akan menang. Jadi jangan heran kalau semula kita memasukkan 4.000 ekor lele yang tersisa tinggal separuhnya saja, dan dengan ukuran yang tidak merata. Ada yang sangat besar, dan ada yang masih kecil sekali. Seperti itulah yang pernah saya alami.

Serangan penyakit
Lele yang saya budidayakan banyak yang mati selain karena dimangsa sesama lele, juga mati karena terserang penyakit. Banyak lele yang mempunyai bercak putih dan selanjutnya akan menyebabkan seperti luka yang mengikis kulit dan sirip lele. Jika sudah terkena penyakit seperti itu, tidak lama kemudian lele akan mati.

Baca juga : Jenis-jenis penyakit yang sering menyerang lele

Sebenarnya ada penyebab lain yaitu serangan predator, misalnya itik, atau burung hantu. Namun untuk masalah predator sudah teratasi karena kolam yang saya buat sudah terlindung dari ancaman hewan-hewan pemangsa lele tersebut.

Kenapa pengalaman kegagalan budidaya lele ini saya bagikan kepada umum? Bukankah orang lebih senang dengan cerita sukses? Jawabannya, karena saya tidak ingin ada oramg yang mengalami kegagalan seperti yang saya alami dalam budidaya lele. Sebelum memulai usaha, apapun itu, sebaiknya cari dan kumpulkan referensi sebanyak-banyaknya hingga paham betul.


Komentar Anda :

 
Back To Top