WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Pencegahan dan Pengobatan Pada Lele Yang Sakit


Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Pepatah ini sering kita baca atau kita dengar secara langsung. Sebuah pesan yang sangat dianjurkan agar sebisa mungkin diterapkan untuk siapa saja, tak terkecuali bagi para peternak lele. 

Budidaya lele itu ternyata susah-susah gampang. Jika salah langkah, pembudidayaan lele dapat mengalami kegagalan yang akan menyebabkan kerugian. Salah satu penyebab kegagalan dalam budidaya lele adalah penyakit. Lele yang terlanjur terkena penyakit akan sulit disembuhkan dana dapat dengan mudah menular kepada lele yang lain.

Perawatan kolam yang tidak tepat, pengelolaan air, dan pemberian pakan yang tak teratur dapat menimbulkan dampak buruk pada budidaya lele. Karena itu kita harus jeli pada saat umur lele menginjak usia 20 hari keatas. Pada usia tersebut sebaiknya sering melakukan pengontrolan secara berkala untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan.

Pencegahan dan Pengobatan Pada Lele Yang Sakit

Berikut ini beberapa tips untuk mencegah lele terjangkit penyakit yang mungkin anda butuhkan.

Sebelum kolam ditaburi bibit lele, berikan probiotik, ragi tempe, dan tetes tebu dengan tujuan untuk mencegah jamur dan juga tumbunya bakteri jahat. Bakteri pathogen adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada lele. Kondisi kolam yang kotor akibat sisa makanan yang menumpuk menjadikan bakteri pathogen berkembang dengan baik. Dengan pemberian probiotik dan tetes tebu maka akan terbentuk mikro organisme baik yang akan mengurai sisa makanan yang berada di dasar kolam sehingga mampu menekan pertumbuhan bakteri jahat. Menjaga suhu dan tingkat keasaman (PH) air juga harus diperhatikan agar mikro organisme baik dalam kolam tetap hidup. Sedangkan ragi tempe berfungsi membentuk jamur baik yang dapat menguntungkan untuk lele.

Catatan:
Cara di atas tidak cocok diterapkan pada budidaya lele menggunakan kolam terpal. Pada kolam terpal untuk menjaga kebersihan kolam harus sering mengganti air ketika air sudah terlihat keruh dan barbau. Pada saat usia lele menginjak usia satu bulan ke atas, maka sisa makanan dan kotoran yang dihasilkan semakin banyak. Karena itu jangan sampai terlambat untuk mengganti air dalam kolam agar kondisi air selalu dalam keadaan segar.

Pentingnya memperhatikan perkembangan bibit lele yang ditebar pada kolam. Tindakan ini untuk mendeteksi sejak dini apabila ada lele yang mempunyai tanda-tanda terkena penyakit. Sebagai contoh adalah ketika terdapat lele yang suka menggantung di permukaan air kolam. Hal tersebut biasanya terjadi akibat PH air yang rendah karena air kolam tercampur oleh air hujan. Untuk pertolongan pertama dapat menggunakan bahan-bahan alami seperti garam, daun pepaya, kunyit, buah mengkudu,  dan bawang putih. Caranya dengan menghaluskan terlebih dahulu semua bahan tadi lalu tebarkan pada kolam pada saat malam hari selama 2 - 3 hari. Apabila dalam jangka waktu 2 - 3 hari belum ada perubahan yang berati, coba ganti air dengan yang baru minimal setengah dari keseluruhan air kolam.

Pengobatan pada lele yang terkena penyakit.
Pada dasarnya lele yang terserang penyakit tidak dapat diobati. Namun, apabila memungkinkan beberapa tindakan diharapkan mampu untuk mencegah kerugian bertambah besar dengan menyelamatkan lele yang masih sehat agar belum tertular.

Mengobati lele terkena bintik putih

Penyakit bintik putih merupakan penyakit yang paling sering menyerang lele. Jika lele terkena bintik putih, sebaiknya segera lakukan tindakan berikut untuk mencegah penyakit bintik putih menular ke lele yang masih sehat.
  • Pindahkan lele yang belum terkena bintik putih ke kolam penampungan sementara.
  • Rendam bibit lele yang terkena penyakit dengan larutan air garam. Untuk ukuran kolam 2 x 3 meter cukup diberikan 2 genggam garam, dan tambahkan juga daun pepaya. 
  • Kuras kolam, buang semua lele yang sakit dan yang sudah mati.
  • Isi kolam dengan air sebanyak air yang dibuang.
  • Larutkan 25 miligram kaporit pada 1 liter air, dan tuangkankan ke dalam kolam. Diamkan selama semalam.
  • Kuras lagi air dalam kolam sambil dibersihkan dengan air bersih. Setelah itu kolam diisi kembali dengan air yang baru.
  • Masukkan bibit lele dari kolam penampungan ke dalam kolam pembesaran.

Mengobati penyakit busung

Gejala lele terkena penyakit busung adalah perut lele akan bengkak dan berwarna kemerahan.
Untuk pengobatan penyakit busung pada lele, caranya sama seperti mengobati bintik putih.
Penyakit busung atau kembung ini tidak menular. Penyebabnya adalah pola makan yang salah atau bisa juga karena lele kurang makan.

Mengobati penyakit cacar pada lele

Untuk pengobatan cacar pada lele bisa menggunakan cara alami yaitu dengan menumbuk daun pepaya dan potongan buah mengkudu yang telah masak, ditambahkan garam lalu kemudian taburkan di kolam yang berisi lele dengan penyakiti cacar.

Mengobati lele terserang parasit

Salah satu parasit yang menyerang lele adalah cacing pipih. Lele yang terkena cacing pipih akan kehilangan nafsu makannya, suka menggantung, warna ikan menjadi pucat, serta sirip akan menguncup. Cacing pipih juga akan merusak insamg dan kulit lele sehingga kulit lele akan mengeluarkan lendir.

Untuk mengatasinya adalah dengan mengganti sebagian besar air kolam, kemudian taburkan garam halus ke dalam kolam. Lele yang terserang parasit juga dapat direndam dengan larutan kalium permanganate (PK) konsentrasi 0,01% selama setengah jam.

Pengobatan secara alami dapat menggunakan buah mengkudu yang sudah masak, remas-remas lalu lemparkan ke dalam kolam.

Demikian sekelumit mengenai cara mencegah dan mengobati lele yang terkena penyakit yang dapat kami sampaikan. Sedikit banyaknya semoga dapat membantu dan dapat membawa manfaat untuk anda sekalian.


Komentar Anda :

 
Back To Top