WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Jenis-Jenis Penyakit Yang Sering Menyerang Lele


Dalam budidaya lele, penyakit merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kegagalan dalam budidaya lele. Beragam penyakit ikan lele dapat muncul antara lain karena pengaturan pakan yang kurang tepat, benih lele yang membawa bibit penyakit, dan juga pengaturan air tidak baik. Selain itu, penyakit pada lele dapat juga  datang akibat pengaruh dari iklim dan cuaca.

Penyakit pada ikan lele tidak jauh berbeda dengan penyakit pada ikan air tawar lainnya, yang terdiri dari penyakit infeksi akibat serangan jamur, bakteri, protozoa, dan juga virus.

Beberapa penyakit lele karena infeksi diantaranya adalah :

White Spot [Bintik Putih]
Penyakit bintik putih biasanya menyerang pada benih lele. Bintik putih muncul pada permukaan kulit serta insang. Bila lele sudah terkena bintik putih, lele akan mengosok-gosokkan badannya pada kolam yang dapat mengakibatkan luka. Penyakit bintik putih disebabkan oleh protozoa dari jenis Ichthyphyhirius multifillis, karena kualitas air yang buruk, suhu air yang terlalu dingin atau jumlah lele yang terlalu padat. Banyaknya endapan dari sisa makanan yang ada di dasar kolam juga dapat memicu timbulnya bintik putih yang dapat menyerang lele. Sebagai pencegahan agar lele tidak terkena bintik putih, sebaiknya suhu air selalu berada pada kisaran 28° C, serta gunakan air dengan kualitas yang baik.

Jenis-Jenis Penyakit Pada Ikan Lele

Trichodiniasis [Penyakit gatal]
Trichodiniasis atau penyakit gatal pada lel juga disebabkan oleh protozoa dari jenis Trichodina sp. Lele akan terlihat lemas, warna tubuh menjadi kusam dan sering menggosokkan badannya ke dinding atau dasar kolam. Trichodiniasis dapat menular akibat kontak langsung atau juga melalui perantara air. Tingkat kepadatan lele yang terlalu tinggi dapat menyebabkan lele kekurangan oksigen. Hal ini juga pemicu perkembangan Trichodina sp.

Serangan bakteri Aeromonas hydrophila
Penyakit lele yang ditandai dengan perut lele menggembung, terjadi pembengkakan pada pangkal sirip, serta luka-luka di sekujur tubuh lele. Sisa makanan yang menumpuk dan membusuk di dasar kolam merupakan pemicu utama penyakit ini. Untuk itu, kondisi air kolam harus terjaga dengan baik.

Baca juga : Cara mencegah dan mengobati penyakit pada lele

Cotton wall disease
Penyebab penyakit Cotton wall disease adalah bakteri Flexibacter Columnaris. Bakteri jenis ini akan menyerang organ dalam lele seperti insang. Gejala umum yang dapat dilihat adalah terdapat luka atau lecet pada permukaan tubuh lele, ada semacam lapisan putih atau bintik putih, gerakan renang lele menjadi lambat, dan lele sering mengambang. Pemicu cotton wall disease tidak jauh berbeda dengan penyakit-penyakit sebelumnya, yaitu penumpukan sisa pakan yang membususk di dasar kolam.

Channel Catfish Virus (CCV)
Lele yang terserang virus CCV akan menjadi lemah, bila berenang akan berputar-putar, posisi tubuh tegak vertikal jika dalam keadaan diam, dan terjadi pendarahan di bagian sirip dan perut. Penyebab penyakit ini adalah suhu air yang berubah-ubah, kualitas air yang menurun serta kepadatan lele yang tinggi. Menjaga kebersihan air kolam dan pemberian pakan yang berkualitas diharapkan dapat mencegah serangan dari channel catfish virus pada lele.

Penyakit Cacar
Penyakit cacar pada lele merupakan penyakit yang cukup ganas. Ciri-ciri lele yang terkena cacar adalah terdapatnya luka di bagian badan. Penyakit cacar pada lele ini di sebabkan oleh infeki bakteri jenis  Aromonas dan Pseudomonas.

Jaundice [Penyakit kuning]
Jaundice terjadi akibat kesalahan nutrisi pakan. Salah satunya karena kualitas pakan yang buruk, misalnya pakan yang sudah kadaluarsa atau pakan yang disimpan di tempat lembab.

Reptured Intestine Syndrom (RIS) atau Pecah Usus
Lele mempunyai sifat yang rakus, berapapun takaran pakan yang diberikan akan dilahapnya. Reptured Intestine Syndrom terjadi akibat pemberian pakan pada lele secara berlebihan yang dapat menyebabkan usus lele pecah. Untuk itu, jangan berlebihan ketika memberikan pakan untuk lele yang anda budidayakan. Berikan porsi yang tepat dan diberikan secara teratur setiap harinya pada pagi, siang dan malam hari.

Kekurangan Vitamin
Kekurangan vitamin C pada lele dapat mengakibatkan tubuh lele menjadi bengkok dan tulang kepala lele retak-retak.

Itulah beberapa contoh jenis-jenis penyakit yang sering menyerang lele, yang dapat menyebabkan kerugian atau kegagalan.


3 komentar

Ternyata banyak juga ya penyakit pada lele itu kang, kang gimana kalau kita makan goreng ikan lele yang berpenyakit ?

mungkin penyakitnya hilang waktu digoreng mas :D

Hhaa seriusan kang ? soalnya saya gak pilih-pilih kalau mau goreng ikan lele :D

Komentar Anda :

 
Back To Top