WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Budidaya Lele Menggunakan Kolam Terpal


Tidak ada tambak atau empang bukan menjadi suatu masalah ketika kita ingin membudidayakan lele. Budidaya lele bisa disiasati dengan menggunakan kolam yang terbuat dari terpal. Budidaya lele menggunakan terpal dinilai lebih murah dan efisien karena dapat dilakukan dimana saja dan tentu dengan biaya yang lebih murah.

Pembuatan kolam terpal dapat dibuat di pekarangan rumah atau di halaman dengan memanfaatkan lahan yang belum digunakan atau lahan yang kurang produktif. 

Budidaya Lele Menggunakan Kolam Terpal

Kelebihan Budidaya Lele Menggunakan Kolam Terpal

Keuntungan budidaya lele menggunakan kolam terpal diantaranya adalah:


  • Dapat menghindarkan lele dari hewan pemangsa yang ada di alam seperti ikan, kucing, burung hantu, dan ular sawah.
  • Lele akan terlihat lebih bersih dan mempunyai warna yang cerah.
  • Lebih mudah mengontrol lele apabila terserang penyakit. Dengan berada di kolam terpal, pencegahan dan pengobatan lele yang sakit akan lebih mudah dilakukan dibanding dengan lele yang dibudidayakan di kolam tanah.
  • Proses pemanenan lebih mudah.
Cara Budidaya Lele Menggunakan Kolam Terpal

Tahap pertama adalah pembuatan kolam dari terpal.
Siapkan terpal yang cukup tebal dan kuat agar dapat menahan tekanan air dengan baik. Ukuran terpal dapat anda sesuaikan sendiri dengan menyesuaikan lahan yang tersedia.
Siapkan bambu sebagai kerangka kolam. Karena kerangka ini nantinya berfungsi juga sebagai penahan air, maka sebaiknya buat kerangka sekokoh mungkin, agar kolam tidak mudah rusak karena roboh atau jebol ketika diisi air. Dasar dan dinding kolam bisa ditambahkan papan kayu agar lebih kuat. Setelah itu baru taruh terpal di atasnya kemudian ikat dengan kuat. Atur agar kedalaman air kolam nantinya minimal sekitar setengah meter.

Selanjutnya isi kolam dengan air (usahakan menggunakan air tanah). Sebelumnya, bersihkan dahulu bagian dalam kolam terpal dengan mencucinya dengan sabun untuk menghilangkan bau lem dan bahan kimia dari pabrik yang dapat berdampak buruk terhadap bibit lele. Lalu bilas bagian dalam terpal hingga bersih kemudian dikeringkan selama satu hari.

Setelah itu, isi kolam terpal dengan ketinggian air kurang lebih 20 cm, kemudian diamkan lagi selama kurang lebih satu minggu dengan tujuan agar terjadi proses pembentukan lumut dan pertumbuhan fito plankton. Tambahkan juga daun-daunan seperti daun singkong, atau daun pepaya agar lele merasa betah dan nyaman.


Masukkan bibit lele dengan perbandingan 200 ekor per meter persegi. Jumlah lele yang terlalu padat justru akan membuahkan hasil yang kurang maksimal. Pemilihan bibit lele juga menjadi penentu berhasil atau tidaknya budidaya lele. Sering orang mengalami kegagalan dalam budidaya lele karena mengabaikan pada pemilihan bibit yang mereka gunakan.

Bibit lele yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
Bibit lele terlihat aktif, gesit, dan agresif.
Mempunyai  ukuran sama.
Mempunyai warna tubuh lebih terang.

Cara menebar bibit lele ke dalam kolam terpal
Penebaran bibit lele juga harus melalui cara yang benar, agar bibit lele tidak stres dan akhirnya mati. Karena itu, perhatikan langkah-langkah berikut ini:

Siapkan sebuah wadah misalnya bak atau ember.
Isi wadah tersebut dengan air kolam.
Masukan bibit lele yang akan ditebar. Apabila bibit lele masih terbungkus plastik, maka cukup lepaskan saja ikatannya, dan biarkan bibit lele berenang sendiri keluar dari plastik.
Biarkan bibit lele berada di dalam wadah selama kurang lebih 30 menit.
Setelah itu, bibit bisa dilepaskan ke dalam kolam terpal.
Penebaran bibit lele sebaiknya dilakukan pada pagi atau malam hari, karena pada waktu tersebut keadaan suhu air relatif stabil.

Pemberian pakan
Pemberian pakan dilakukan secara teratur tiga kali dalam sehari pada pukul 7 pagi, 5 sore dan 10 malam. Gunakan pakan lele dengan kandungan gizi yang memenuhi standar, terutama pada saat lele baru ditebar. Setelah lele agak besar, bisa diberi pakan tambahan sebagai pakan alternatif lele dalam pemenuhan kebutuhan. Pemberian pakan harus pas, jangan terlalu berlebihan karena akan menimbulkan penyakit. Pakan yang tidak habis dimakan juga akan megendap di dasar kolam yang dapat menyebabkan kolam menjadi keruh dan beracun.

Perawatan lele
Setelah lele memaski usia lebih dari 20 hari, lakukan penyortiran dengan menggunakan bak sortir dengan ukuran 9 -12 cm. Tujuan penyortiran ini karena lele dengan ukuran lebih kecil akan sulit untuk mendapatkan makanan dikarenakan kalah cepat dengan lele seumuran yang lebih besar. Karena itu, lebih baik sedari dini memisahkan bibit lele dengan pertumbuhan lambat dan ditaruh di dalam kolam yang terpisah dengan bibit lele dengan pertumbuhan yang baik.

Pemeliharaan kolam
Air yang berada di dalam kolam akan berkurang karena penguapan yang terjadi. Karena itu, perlu ditambahkan air hingga tingkat air kembali pada posisi normal. Pada bulan pertama jaga agar kedalam air berada pada 20 cm, bulan kedua 40 cm,  dan bulan ketiga 80 cm.

Lele tidak begitu suka dengan air yang jernih. Lele lebih suka dengan air kolam berwarna kehijauan. Namun bila warna air dalam kolam sudah terlalu pekat dan berbau, penggantian air sangat diperlukan sampai air tidak lagi berbau. Air tidak perlu diganti semuanya, maksimal 60% saja sudah cukup.


3 komentar

Kalau di tempat saya, kebanyakan lebih senang gurami, soalnya pakannya bisa di-mix pakai daun-daunan tertentu. Kalau lele harus pake pelet, jadi pakan agak boros .. :)

betul mas, kalau ikan pemakan tumbuhan bisa sedikit lebih hemat untuk pengeluaran pakannya. cuma kalau lele jangka waktu panennya lebih cepat dibanding gurame

budi daya ikan lele dengan menggunakan kolam terpal memang sudah banyak yang melakukannya mas, dengan alasan lebih hemat biaya dari pada menggunakan kolam permanen

Komentar Anda :

 
Back To Top