WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Secara Hidroponik


Bercocok tanam secara hidroponik menggunakan peralatan dan perlengkapan yang komplit pastinya membutuhkan biaya awal yang cukup besar. Untuk sekedar hobi atau menyalurkan kegemaran berkebun, atau untuk tahap belajar, kita dapat mensiasatinya dengan bahan yang murah, sederhana dan banyak terdapat disekitar kita. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah botol bekas air mineral sebagai potnya. Begitu juga dengan nutrisinya kita akan membuatnya sendiri.

Cara membuat netpot menggunakan botol bekas air mineral.
Potong botol menjadi dua bagian. Kira-kira dari kepala botol sepanjang sepertiga dari tinggi botol tersebut.

Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Secara Hidroponik

Bagian atas botol akan diposisikan terbalik hingga dapat difungsikan sebagai tempat media sekam dan penanaman.

Pada bagian tutup botol dan sekelilingnya dibuat lubang sebagai sirkulasi air, udara dan tempat keluarnya akar.

Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Secara Hidroponik

Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Secara Hidroponik

Bagian badan botol juga dilubangi untuk sirkulasi udara.

Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Secara Hidroponik

Isi badan botol dengan larutan nutrisi hidroponik, dann untuk bagian tutupnya bisa menggunakan sekam bakar.

Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Secara Hidroponik


Cara membuat nutrisi hidroponik.
Tanaman hidroponik mengandalkan nutrisi untuk pertumbuhannya, di bawah ini resep membuat nutrisi apabila ingin membuatnya sendiri.

Bahan:
Satu genggam akar bambu segar
400 gr gula merah
200 gr terasi
1 kg katul/ dedak halus
1 sdm kapur sirih
air sumur 10 liter

Cara membuat:
Ambil akar bambu yang masih segar dari kebun, usahakan ambil akar yang tumbuh di atas permukaan tanah. Sampai rumah rendam dengan air matang yang sudah didinginkan, jangan ditutup.

Masak air sampai mendidih, masukkan semua bahan kecuali akar bambu.
Khusus untuk terasi, sisir terlebih dahulu agar bisa larut dalam air.
Aduk selama 12 - 15 menit.
Angkat dinginkan kurang lebih 12 jam.
Setelah dingin, masukkan rendaman akar bambu beserta air rendamannya.
Masukkan dalam sebuah wadah, lalu tutup dengan kertas koran, dan diamkan selama satu minggu untuk prosese fermentasi.

Tanaman hidroponik tetap membutuhkan sinar matahari, karena itu tempatkan tanaman di tempat yang mendapat banyak sinar matahari namun jangan kena air hujan secara langsung agar larutan nutrisi tidak menjadi encer. Jangan lupa untuk selalu melakukan pengecekan terhadapa larutan nutrisi dalam botol karena volumenya akan berkurang akibat diserap tanaman dan juga penguapan, dan tambahkan larutan nutrisi secara berkala.

Tips :
Agar larutan tidak ditumbunhi lumut, bagian luar botol dapat dilapisi cat berwarna gelap atau dibungkus plastik berwarna gelap agar sinar matahari tidak dapat masuk.
Gunakan botol dengan ukuran yang agak besar agar larutan tidak cepat habis.
Pada saat penanaman awal, akar tidak harus dikeluarkan hingga menyentuh nutrisi.Yang penting larutan nutrisi dapat menjangkau media, bisa dengan bantuan sumbu atau sebagian media yang masuk tercelup ke dalam larutan, tanaman tetap tumbuh baik.

Selamat mencoba!


2 komentar

Apa kabarnya nih Kang..lama saya ga kemari..heee

alhamdulillah baik mas, terima kasih sudah mampir :)

Komentar Anda :

 
Back To Top