WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Kelebihan dan Kekurangan Bercocok Tanam Dengan Sistem Hidroponik


Bercocok tanam dengan cara hidroponik adalah teknologi bercocok tanam menggunakan air, nutrisi, dan oksigen, dan tidak membutuhkan tanah sebagai media utamanya. Sistem bertanam seperti ini banyak dilakukan oleh mereka yang tinggal di daerah perkotaan dengan jumlah lahan yang terbatas. Meskipun demikian, hasil dari cara hidroponik tidak kalah jika dibandingkan dengan cara konvesional. Namun, selalu ada sisi lebih dan kekurangan dari kedua cara di atas. Berikut ini sedikit mengenai kelebihan dan kekurangan bercocok tanam dengan cara hidroponik.

Kelebihan dan Kekurangan Bercocok Tanam Dengan Sistem Hidroponik

Kelebihan.

  • Penggunaan lahan lebih sedikit dan efisien
  • Tanaman mampu berproduksi tanpa memerlukan tanah
  • Kuantitas produksi lebih tinggi
  • Kualitas produksi lebih higienis
  • Pemakaian pupuk dan air lebih efisien
  • Penanggulangan hama dan penyakit lebih gampang

Kekurangan.

  • Butuh modal yang besar
Pada dasarnya, ada 3 cara hidroponik yang sering diterapkan oleh orang di Indonesia, yaitu hidroponik substrat, hidroponik NFT, dan hidroponik aeroponik.

Hidroponik Subtrat merupakan sistem hidroponik yang tidak menggunakan air sebagai media, akan tetapi lebih condong menggunakan media padat (selain tanah) yang bisa menyerap air, nutrisi, dan oksigen, dan juga mendukung akar tanaman seperti halnya tanah. Bahan yang digunakan sebagai media tanam pada hidroponik subtrat antara lain arang sekam, kerikil, pasir, batu apung, rockwool, cocopeat, dan spons. Media tersebut haruslah steril, dapat menyimpan air sementara, dan bebas dari unsur hara. Berfungsi sebagai tempat penyimpanan air nutrisi sementara dan juga sebagai tempat berpijak akar. Untuk menyuplai kebutuhan unsur hara dari air nutrisi menggunakan sistem irigasi tetes.

Hidroponik NFT atau Nutrien Film Technique hanya menggunakan aliran air sebagai medianya. Nutrien Film Technique adalah teknik budidaya dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan air dangkal. Air tersebut mengandung nutrisi dan tersikulasi sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Hidroponik Aeroponik dapat diartikan dengan cara bertanam yang memanfaatkan udara, sebagaimana asal kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya. Prinsip kerja dari aeroponik adalah menyemprotkan larutan hara dalam bentuk kabut sampai mengenai akar tanaman. Larutan tersebut kemuadian akan diserap oleh akar tanaman. Tumbuhan ditanam dengan cara digantung, sehingga akar tanaman menggantung di dalam suatu tempat. Sedangkan pangkal batang dimasukkan ke dalam styrofoam yang telah dilubangi agar dapat menopang tumbuhan tersebut.


Komentar Anda :

 
Back To Top