WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Cara Mudah Mengurangi Kadar Formalin Pada Makanan


Formalin merupakan bahan yang digunakan untuk membasmi bakteri, dan juga sebagai bahan pengawet. Di bidang kesehatan, formalin dipakai untuk mengeringkan kulit, misalnya pada saat mengangkat kutil. Larutan dari formalin sering dipakai dalam membalsem yang tujuannya untuk mematikan bakteri pada proses mengawetkan bangkai, termasuk juga pengawetan mayat manusia. Formalin juga dapat dimanfaatkan sebagai pembersih lantai, kapal, gudang dan pakaian.

Dilihat dari fungsi dari formalin di atas, jelas sekali bahwa bahan tersebut tidak aman apabila dijadikan sebagai pengawet makanan. Apabila sampai masuk ke dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama karena terlalu sering mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin, maka akan terjadi berbagai macam gangguan yang berhubungan dengan kesehatan kita. Mulai dari gangguan mata, kulit, saluran pernapasan, ginjal, hati, organ reproduksi, pencernaan dan masih banyak lagi gangguan lainnya.

Cara Mudah Mengurangi Kadar Formalin Pada Makanan

Kandungan formalin yang terdapat pada bahan makanan tidak dapat dilihat secara kasat mata. Namun ada beberapa ciri khusus pada produk yang diduga mengandung formalin, seperti tekstur yang terlalu kenyal, dan tidak dihinggapi lalat. Namun tidak menutup kemungkinan ada juga produk berupa bahan makanan yang lolos dari ciri-ciri seperti yang disebutkan di atas.

Beberapa produk makanan yang paling dicurigai menggunakan bahan pengawet berbahaya formalin diantaranya adalah mie, tahu, ikan asin, dan ikan segar. Walaupun tidak semua produsen bermain curang, namun tidak ada salahnya sebagai konsumen yang peduli akan kesehatan, kita harus bersikap bijak dan hati-hati.

Di bawah ini ada sebuah tips dari seorang Dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya, Dra Sukesi MSi . Beliau melakukan serangkaian percobaan terhadap bahan makanan yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawetnya. Untuk mengurangi kadar formalin yang terkandung dalam makanan dibutuhkan penanganan yang berbeda antara produk yang satu dengan produk yang lain. Mari kita simak saja caranya di bawah ini.

Mengurangi kadar formalin atau deformalinisasi terhadap empat bahan makanan mie, tahu, ikan asin dan ikan segar.

  • Untuk mengurangi kadar formalin dalam Mie dapat dilakukan dengan cara merendam mie dalam air panas selama 30 menit. Perlakuan tersebut dapat menghilangkan kadar formalin hingga mencapai 100 persen.
  • Mengurangi kadar formalin pada Tahu setidaknya ada tiga cara penanganan yang dapat dilakukan, yaitu dengan merendam tahu dalam air biasa, merendam tahu dalam air panas, dan merebus tahu dalam air mendidih, baru kemudian digoreng. Untuk lamanya prsoses perendaman, Ibu Kesi tidak mencantumkan dalam tulisannya. Tapi semakin lama mungkin semakin baik.
  • Mengurangi kadar formalin pada Ikan asin dapat dilakukan dengan cara merendam ikan asin tersebut dalam tiga macam larutan, yakni air biasa, air garam dan *air leri. ”Perendaman dalam air selama 60 menit mampu menurunkan kadar formalin sampai 61,25 persen, dengan air leri mencapai 66,03 persen, sedang pada air garam hingga 89,53 persen. Ini artinya hanya dengan perlakuan dan pengetahuan yang baik sebelum dikonsumsi, kadar formalin akan hilang,” demikian kata Ibu Kesi. *Air leri adalah air bekas mencuci beras.
  • Sedangkan untuk mengurangi kadar formalin pada ikan segar dapat dilakukan dengan merendam dalam larutan cuka 5% selama 15 menit.
Itulah sedikit tips mngurangi kadar formalin pada beberapa produk makanan yang bisa anda terapkan di rumah. Untuk yang ingin bertanya lebih jauh lagi, silahkan langsung saja menuju ke link sumber di bawah ini.

Sumber : http://old.its.ac.id/berita.php?nomer=2689

Semoga bermanfaat !


 
Back To Top