WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Tips Mengatasi Hama Tanaman Hias


Apakah anda pernah mengalami kondisi dimana tanaman hias di halaman rumah tiba-tiba rusak, robek, compang-camping, lemas, layu bahkan mati akibat terserang hama penyakit. Apabila anda adalah penjual tanaman hias, anda akan mengalami kerugian material dalam jumlah besar, oleh karenanya perlu mengenal, mencegah, atau menanggulangi serangan hama tanaman hias sejak dini.
Hama merupakan hewan pengganggu tanaman hias secara fisik dan bisa dilihat secara kasat mata tanpa menggunakan bantuan alat. Terdapat bermacam-macam hama dan gejalanya yang berbeda-beda. Masing-masing hama mempunyai cara penanggulangan khusus.

Tips Mengatasi Hama Tanaman Hias

Berikut ini diberikan beberapa jenis hama yang kerap mengganggu tanaman hias, antara lain :
  • Kutu putih/kutu kebul. Kutu ini menyerang Aglaonema di daratan rendah namun jarang ada di dataran tinggi. Kutu putih adalah hama yang paling banyak menyerang tanaman hias. Kehadirannya mudah dideteksi. Mereka bergerombol pada bagian batang, daun, ketiak daun, bawah daun hingga pucuk daun. Disebut dengan kutu putih karena memiliki warna yang terlihat putih dan ada semacam serbuk berwarna putih menyelimuti tubuhnya. Kutu putih mengisap cairan daun, sehingga membuat daun menjadi layu dan kusam. Kutu putih mengeluarkan cairan seperti madu pada permukaan daun yang lama-kelamaan akan berubah menjadi jelaga berwarna hitam dan menyebabkan kehijauan daun rusak. Kutu putih juga bisa menularkan penyakit karena virus dari tanaman hias yang satu ke tanaman hias yang lainnya. Keberadaan kutu putih sulit untuk diberantas. Hal ini karena lapisan lilin menyelimuti seluruh tubuh si kutu. Lapisan lilin berguna sebagai pelindung tubuh dari serangan insektisida. Namun anda tetap bisa membasminya, caranya mudah, semprotkan larutan detergen cair dengan dosis satu sendok makan detergen cair dicampur dengan satu liter air. Aduk rata lalu semprotkan pada seluruh tanaman hias yang sakit secara rutin, maka lapisan lilin pada tubuh kutu putih akan hilang, dan muncul warna kekuningan. Hal ini pertanda bahwa pelindung si kutu sudah hilang. Sekarang giliran insektisida membasmi secara total keberadaan kutu-kutu tersebut hingga benar-benar mati. 
  • Ulat. Hama ulat pada umumnya menyerang daun yaitu jenis Spodoptera sp, ditandai dengan daun-daun muda atau setengah tua dalam kondisi rombeng di pinggirnya. Jenis lain adalah ulat yang menyerang batang disebut Noctuidae. Penanggulangannya bisa dilakukan dengan mengambil ulat secara mekanis. Tetapi jika jumlahnya banyak, ulat-ulat tersebut dapat dibasmi dengan cara menyemprotkan insektisida secara rutin 2 minggu sekali.
  • Belalang. Gejala penyerangan hama belalang menyerupai ulat, yaitu daun-daun tanaman menjadi rombeng. Hama ini bisa ditanggulangi dengan cara penangkapan secara manual. Tangkap belalang yang masih muda atau saat hari masih pagi dan berembun, karena pada saat ini biasanya belalang sulit terbang dalam kondisi kedua sayapnya basah.
  • Kutu perisai. Hama ini menyerang tanaman hias pada bagian daun. Kutu ini berkoloni dengan membentuk barisan yang rapi pada bagian tulang daun. Mempunyai bentuk fisik seperti perisai pada punggungnya. Kutu perisai bisa diberantas dengan menggunakan insektisida sistemik yang dicampur dengan bahan-bahan aktif acephate.
  • Root mealy bugs. Hama ini suka menyerang tanaman hias pada bagian akar tanaman, bentuknya menyerupai kutu putih. Tanaman menjadi kurus, kerdil, daunnya mengecil, kusam dan layu. Anda bisa menanggulanginya dengan mengganti media tanam dengan yang baru.
  • Tungau (thrips). Tungau berbentuk seperti lintah dengan ukuran badan lebih kecil dan melekat kuat dibalik daun serta pelepah tanaman hias. Thrips menghisap cairan pada tanaman yang ditempel sehingga akan membuat daun-daun mengerut, menguning, kisut, layu dan lama-kelamaan akan mati. Pada serangan ringan, penanggulangan dapat dilakukan dengan cara mengerik kumpulan thrips denganmemakai  kuku atau alat-alat lainnya. Jika terdapat serangan yang serius, maka gunakan insektisida.
  • Keong tanpa cangkang. Hama ini berbentuk seperti siput tetapi dalam ukuran lebih kecil dan tidak mempunyai cangkang. Gejala serangan hampir menyerupai serangan ulat atau belalang, tetapi dalam area yang lebih kecil karena pergerakan keong tanpa cangkang sangat lambat. Keong ini aktif pada malam hari, makanya pengendalian mekanis dilakukan pada malam hari.
  • Spider mite. Seperti namanya, hama ini merupakan keluarga laba-laba yang berbentuk kecil. Spider mite menghisap cairan pada tanaman. Serangan hama ini mengakibatkan daun-daun tanaman hias berwarna kuning, kemudian muncul bercak-bercak hitam dan kusam pada bagian yang diisap cairannya. Serangan Spider mite secara besar-besaran bisa mengakibatkan daun tanaman habis dan mati. Spider mite lebih kebal terhadap insektisida. Oleh karenanya, pembasmian dilakukan dengan menggunakan akarisida.
  • Fungus gnats. Adalah serangga yang menyerupai nyamuk berwarna hitam. Larvanya berbentuk seperti cacing dan suka hidup di dalam media tanam, mereka gemar makan akar halus tanaman hias yang baru tumbuh. Fungus gnats dewasa bisa merusak seludang bunga, dengan gejala serangan adalah munculnya bintik-bintik hitam pada seludang bunga. Pada fase masih menjadi larva, penanganannya dilakukan dengan cara menaburkan bubuk nematisida seperti Furadan G ke media tanam. Sedangkan pada fase dewasa, dilakukan penyemprotan insektisida secara rutin selama dua atau tiga kali dalam satu minggu.
  • Cacing. Cacing yang sering menjadi hama tanaman hias adalah cacing liang (Radhopolus Similis), mereka menghisap cairan pada akar tanaman. Gejala tanaman yang terserang hama ini adalah kerdil atau lambat tumbuh dan menghasilkan bunga-bunga kecil. Untuk mengatasinya, gunakan nematisida seperti Furadan G yang ditaburkan pada media tanam sesuai aturan yang tertera pada kemasan. Gunakan secara rutin dan hati-hati mengingat dampak negatif yang dapat ditimbulkan yaitu pada umumnya tanaman hias diletakkan berdekatan dengan anak-anak, perlu juga dipertimbangkan kemungkinan serangga menjadi semakin kebal dengan insektisida jenis lama yang digunakan.
Demikianlah sepuluh jenis hama tanaman hias yang paling sering mengganggu dan menyebabkan tanaman hias rusak lalu mati. Anda dapat membaca cara sederhana untuk memberantasnya sehingga tanaman hias kembali sehat.


 
Back To Top