WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Mengatasi Keong di Nurseri Anda


Keong sawah merupakan sejenis siput air yang banyak dijumpai pada perairan tawar di Asia Tropis seperti sawah, aliran parit dan sungai-sungai kecil, danau atau nurseri di halaman rumah anda. Hewan bercangkang ini dikenal sebagai keong gondang, siput sawah, siput air atau tutut. Pada umumnya mereka memiliki bentuk seperti siput murbai, masih kerabat dekat keong sawah yang mempunyai warna cangkang hijau pekat hingga hitam.

Binatang ini lebih suka hidup pada perairan jernih dan bersih. Dikenal dua jenis marga keong yang hidup di sawah, yaitu Tutut Jawa (Bellamya Javanica) dengan wilayah sebaran paling banyak di Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia (kecuali Irian Jaya) dan Filipina, dan Tutut Sumatera (Bellamya Sumatrensis) yang sebarannya di Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia (Sumatera dan Jawa).

Mengatasi Keong di Nurseri Anda

Keong yang banyak terdapat pada nurseri anda kadang-kadang bisa mengganggu kehidupan tanaman sehingga bisa dikelompokkan sebagai hama tanaman yang harus diberantas. Cara mengatasi keong liar di nurseri anda bisa dibaca di bawah ini :
  • Keong dikumpulkan satu per satu pada daerah yang sengaja dibentuk sedikit dalam dan berair (bisa di sungai) lalu ditaburi dengan saponen secukupnya, dalam waktu sejam keong-keong tersebut tampak mulai lemas, kemudian keong dalam ukuran besar dan kecil akan mati, tetapi biasanya ikan-ikan kecil lainnya ikut mati.
  • Keong mas jenis Pomacea sp adalah momok menakutkan bagi para petani padi. Hama ini suka makan batang dan daun padi yang berusia sekitar 15 hari. Pengendaliannya adalah dengan moluskasida meskipun bersifat sementara karena hanya mencegah keong yang menempel pada daun tanaman saja. Sedangkan keongmas di bawah permukaan air langsung bersembunyi ke dalam tanah. Keongmas ini bisa bertahan selama 2 tahun di dalam tanah. Menurut Sri Purbowati dari laboratorium penyakit tumbuhan di Fakultas Pertanian Universitas Lampung, ia memakai patah tulang Euphorbia Tirucalli yang digerus sebanyak 10 gram patah tulang dilarutkan ke dalam seliter air. Ekstrak ini disebar ke lahan seluas 20 m x 20 m saat pengolahan tanah. Hasilnya adalah keongmas yang tersembunyi di dalam tanah akan mati total.
  • Telur keong mas berwarna merah muda, segar seperti bubur mutiara. Tetapi telur-telur tersebut tidak boleh dimakan, keong mas dewasa atau sang induk akan meletakkan telurnya pada dahan, ranting, atau rumput dimana mereka hidup dan selalu dibagian permukaan, mereka meletakkan telur sesuai dengan ketinggian air pasang artinya air pasang yang masuk akan setinggi atau dibawah induk keong emas meletakkan telurnya. Oleh karenanya, petani selalu menancapkan kayu atau bambu untuk keong dewasa meletakkan telurnya kemudian akan dimusnahkan, sehingga petani mampu menekan populasinya.
  • Keong mas pada nurseri anda yang jumlahnya berlebihan bisa dikendalikan manual dengan cara menangkap dan membasminya. Beberapa petani di desa memberantas keong dengan cara membayar upah tangkapan 1000 per kg keong, anak-anak dan orang dewasa banyak yang berminat dan ramai-ramai menangkapinya. Kegiatan ini bisa menekan populasi keong mas mengingat saat ini pengendalian secara kimiawi belum bisa secara tuntas memberantas keberadaan keong mas beserta telur-telurnya di sawah, ladang, kebun atau nurseri anda. 
Keong mas sekilas terlihat sangat menarik dengan warna-warna keemasan atau kuning apalagi hidup pada air yang jernih. Beberapa orang memanfaatkannya untuk pakan ternak, dikonsumsi sebagai lauk dengan cara merebusnya lalu digoreng atau di sate, rasanya enak dan gurih serta menyimpan kandungan gizi cukup tinggi, menurut Positive Deviance Resource Centre, daging keong mengandung kandungan protein 12% , kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah, dan sisanya mengandung energi, protein, kalsium, karbohidrat, dan phosphor yang bagus buat tubuh manusia. Bila anda memberantas keong tersebut dengan tips poin 4, dagingnya bisa anda olah dalam berbagai jenis masakan. Juga terdapat vitamin pada keong sawah yang cukup tinggi yaitu dominasi vitamin A, E, niacin, folat, dan zat gizi makronutrien berupa protein dalam jumlah cukup tinggi. Selain makronutrien, daging keong sawah atau keong mas kaya akan kandungan mikronutrien berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dengan teknik pengelolaan yang tepat, daging keong bisa dijadikan sebagai sumber protein hewani tinggi dengan harga relatif lebih murah dibandingkan daging sapi, kambing atau ayam.

Selamat mencoba !


 
Back To Top