WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Cara Budidaya Tanaman Hias Anthurium


Usaha tanaman hias sudah ditekuni sejak jaman dahulu kala oleh para pecinta dan koleksi tanaman hias sehingga bukan lagi merupakan jenis usaha baru di kalangan masyarakat awam. Bibit tanaman hias diperoleh dengan cara mudah dan harga yang relatif murah, bahkan budidaya tanaman hias bisa dilakukan sendiri jika anda sudah mempunyai pengetahuan khusus tentang pengembangbiakan beragam tanaman hias sendiri daripada harus membeli bibit tanaman hias baru untuk dijual kembali. Namun diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam menjalani usaha ini sehingga sukses. Dibutuhkan beberapa bulan untuk menunggu kondisi dimana harganya dapat meningkat beberapa kali lipat dari harga awal. Meskipun demikian, untuk jenis tanaman tertentu, anda harus merawatnya selama beberapa tahun hingga menuai hasil yang lebih besar.

Mengoleksi tanaman hias adalah hobi yang sangat menyenangkan untuk ditekuni. Anda dapat merawat berbagai tanaman hias di rumah sebagai hobi atau bermaksud mengembangkannya sebagai sebuah usaha kecil. Beberapa jenis tanaman hias saat ini sedang menjadi tren para peminat tanaman hias seperti bunga Anthurium di dalam pot. 

Cara Budidaya Tanaman Hias Anthurium

Anthurium merupakan tanaman hias tropis yang mempunyai daya tarik cukup tinggi sebagai penghias ruangan, karena tanaman hias ini mempunyai bentuk daun dan bunganya yang cantik, berasal asli dari Indonesia, sedangkan untuk bunga potong berasal dari Eropa. Di Indonesia terdapat 7 jenis Anthurium, yaitu Anthurium Cyrstalinum (kuping gajah), Anthurium Pedatoradiatum (wali songo), Anthurium Andreanum, Anthurium Rafidooa, Anthurium Hibridum (lidah gajah), Anthurium Makrolobum dan Anthurium Scherzerianum. Tanaman hias ini dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu generatif (dengan biji) dan vegetatif (dengan stek).

Perbanyakan dengan cara generatif (biji).
Tanaman Anthurium mempunyai 2 macam bunga yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan ditandai dengan adanya benang sari, sedangkan bunga betina ditandai oleh keluarnya lendir. Biji diperoleh dengan cara menyilangkan antara bunga jantan dan bunga betina, memakai jentik yaitu bunga sari diambil dan dioleskan hingga merata di bagian lendir pada bunga betina. Selanjutnya anda harus menunggu sekitar 2 bulan, maka akan terlihat bunga yang dihasilkan akan muncul dan berkembang dengan sempurna, di dalamnya terdapat beberapa biji Anthurium. Biji-biji tersebut di kupas, lalu dicuci sampai bersih dan diangin-anginkan, barulah ditabur pada medium tanah halus yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Persemaian ditempatkan pada kondisi tanah yang lembab dan selalu disiram dengan rutin setiap hari pada waktu sore hari.

Perbanyakan dengan cara vegetatif (stek).
Ada 2 cara perbanyakan tanaman hias Anthurium secara vegetatif, yaitu stek batang dan stek mata tunas. Cara perbanyakan dengan stek batang adalah memotong bagian atas tanaman (batang dewasa) dengan menyertakan 1 - 3 helai akar, bagian atas tanaman yang sudah dipotong lalu ditanam dalam medium tumbuh yang sudah disiapkan. Sedangkan dengan cara perbanyakan mata tunas adalah mengambil satu mata pada cabang dewasa, kemudian menanam mata tunas tersebut pada medium tumbuh yang telah tersedia. 

Perhatikan penyiapan medium tumbuh. Berdasarkan manfaatnya, medium tumbuh dibagi menjadi 2 macam, yaitu medium tumbuh untuk persemaian dan untuk tanaman dewasa. Medium tumbuh terdiri dari campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali. Humus atau tanah hutan dan pupuk kandang terlebih dahulu diayak dengan ukuran ayakan 1 cm, sedangkan pasir kali diayak dengan ukuran ayakan 3 mm. Humus, pupuk kandang dan pasir kali yang sudah diayak, dicampur dengan perbandingan 5 : 5 : 2. Untuk persemaian, medium tumbuh memerlukan sterilisasi dengan cara memberi sinar matahari yang cukup sekitar satu jam.

Penyiapan pot.
Untuk menanam bunga Anthurium, anda bisa memakai pot tanah, pot plastik atau pot straso. Pot yang cocok adalah pot tanah karena mempunyai banyak pori-pori yang mampu meresap udara dari luar pot. Jika kondisi pot masih baru, anda perlu merendam pot dalam air sekitar 10 menit. Bagian bawah pot diberi pecahan genting, kemudian di atasnya letakkan pecahan batu merah setebal 1/4 tinggi pot. Medium tumbuh berupa campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali terakhir dimasukkan paling atas. 

Pemeliharaan.
Setelah proses menanam bibit selesai, tanaman harus dipelihara dengan cara menyiram 1 - 2 kali dalam sehari. Daun yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit harus dipotong supaya tanaman terlihat bersih, rapi dan menarik. Letakkan tanaman ini pada tempat teduh dan hanya di pagi hari saja diberikan sinar matahari karena tanaman ini adalah salah satu jenis tanaman hias yang tidak tahan terkena sinar matahari langsung.

Yang paling penting harus diperhatikan terhadap budidaya tanaman hias Anthurium adalah daun, karena elemen ini merupakan unsur paling penting dalam keindahan tanaman Anthurium secara keseluruhan. Oleh karena itu keberadaannya tak boleh luput dari perawatan dan perhatian secara khusus setiap hari sehingga tanaman terjaga kesehatan dan kelangsungan hidupnya.


1 komentar:

mantap gan... bisa dipraktekan dihalaman rumah nih..
thanks gan

www.kostjogja.net

Komentar Anda :

 
Back To Top