WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Cara Membuat Biopestida Menggunakan Daun Pohon Bintaro


Telah dijelaskan pada kesempatan sebelumnya bahwa pohon bintaro mengandung racun. Buahnya banyak dijadikan sebagai pengusir tikus yang cukup efektif oleh masyarakat. Pohon buah bintaro dapat dijumpai dengan mudah di daerah yang dekat dengan laut. Tapi kalau mau ditanam di dataran tinggi pohon ini juga bisa tumbuh dengan baik.

Pohon bintaro terutama daunnya dapat dijadikan sebagai Biopestisida untuk menanggulangi hama tanaman seperti ulat. Pembuatan biopestisida sendiri cukup mudah. Yaitu:
  • 50 gram daun bintaro dan 1 liter air yang dicampur 2 gram sabun colek.
  • Blender/ haluskan daun bintaro dengan larutan air sabun lalu peras hingga menghasilkan larutan yang sedikit kental.
Adapun cara mengaplikasikannya pada tanaman adalah dengan mencampurkan 20cc ekstrak daun bintaro kedalam satu liter air, kemudian semprotkan pada tanaman yang terserang hama. Larutan ini dapat membunuh ulat grayak dalam waktu 24 jam setelah penyemprotan. Ulat grayak merupakan jenis ulat yang dikenal bandel dibandingkan dengan jenis ulat yang lain. Ulat ini biasa menyerang bayam, selada, dan sawi hingga menggunduli tanaman sayur tersebut. Kalau ulat grayak saja tunduk pada biopestisida dari daun bintaro, apalagi dengan hama ulat yang lain.

Untuk membasmi hama yang menyerang tanaman sayur dan buah lebih baik memang menggunakan bahan pestisida yang ramah lingkungan, seperti larutan daun bintaro ini. Tanpa hama pengganggu tanaman akan tumbuh sehat dan subur dan yang paling penting adalah aman untuk dikonsumsi tanpa takut mengandung bahan kimia berbahaya.

Cara Membuat Biopestida Menggunakan Daun Pohon Bintaro
Selada terlihat segar tanpa gangguan hama
Selain cara di atas, pembuatan biopestisida juga dapat dibuat dengan cara lain. Cara berikut ini saya kutip dari rumahtani.com yang telah mengalami pengujian.

  • Siapkan 1 kilogram daun bintaro yang masih segar. Rendam selama 2 hari di dalam 7-10 liter etanol atau aseton
  • Saring untuk mengambil ekstrak bintaro.
  • Uapkan cairan ekstrak sehingga menjadi pekat dan berbentuk pasta. Cara menguapkan seperti mengukus nasi
  • Untuk penggunaannya, encerkan pasta dengan perbandingan  1 gram pasta per liter air. Caranya campurkan 1 g pasta dengan 5-10 ml pelarut minyak (minyak twin,), lalu tambahkan air sedikit demi sedikit
  • Larutan sebanyak 500 liter dapat digunakan untuk 1 hektar lahan sayuran. Dengan tingkat kerusakan kebun hanya 5%.

Semoga informasi ini bermanfaat.


 
Back To Top