WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Cara Membiakkan Burung Kenari


Serinus Canaria atau burung kenari merupakan salah satu burung yang menjadi promadona bagi para pecinta burung berkicau. Selain suaranya yang merdu, tampilan burung ini juga mempesona. Ada banyak sekali jenis dari burung kenari, seperti Norwich, Scoth Fancy, Bolder Fancy, London Fancy, Yorkshire, Lanchaisire, Gloser, dan masih banyak lagi jenis yang lain. Namun, yang sering ditemui di pasaran adalah Loper (Lokar Super merpakan hasil persilangan AF dan Lokal), YS (Yorkshire), F1 (hasil persilangan YS dan Lokal), dan AF (hasil persilangan F1 dan Lokal).

Harga burung kenari bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah tergantung dari jenis dan reputasi burung itu sendiri. Harga jual kenari dipasaran juga sangat stabil dan burung ini tetap eksis sepanjang tahun. Dan yang lebih menggembirakan lagi, burung kenari dapat dikembangbiakkan. Peluang inilah yang menjadikan orang untuk mendapatkan penghasilan dari hasil beternak burung nan cantik ini.

Beternak burung kenari tergolong mudah dan dapat dikerjakan oleh siapa saja termasuk anda karena prosesnya sangat sederhana sekali. Yang dibutuhkan di sini hanya ketekunan dan kesabaran.  

Cara Membiakkan Burung Kenari

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam beternak burung kenari.

Pemilihan indukan.

Indukan yang bagus juga akan menurunkan anakan yang bagus pula. Pemeilihan indukan meliputi jenis, usia dan kondisi burung.
  • Pilih jenis burung kenari dengan nilai jual yang tinggi.
  • Usia produktif burung kenari sebaiknya diperhatikan, yaitu 8 bulan untuk kenari jantan dan 6 bulan untuk kenari betina. Sebelum mencapai usia tersebut sebaiknya jangan dulu melakukan penjodohan.
  • Perhatikan juga kondisi burung terutama kesehatannya. Usahakan dalam penjodohan burung dalam kondisi sehat dan tidak dalam kondisi stres.
Setelah itu lanjutkan dengan proses penjodohan. Proses ini bertujuan agar induk jantan dan induk betina bisa saling mengenal satu dengan yang lain. Caranya dengan mendekatkan sangkar mereka hingga berdekatan. Jika kenari jantan dan kenari betina sudah terlihat menunjukkan ketertarikannya, berarti mereka bisa dikawinkan, dijadikan satu dalam satu kandang/ sangkar.


Pemilihan dan Penempatan Kandang.

Kandang atau sangkar yang digunakan sebaiknya tidak terlalu sempit, agar kenari memiliki ruang gerak untuk mereka. Dan sebaiknya kandang tidak digantung karena akan membuat kandang bergoyang yang dikuatirkan dapat menyebabkan stres pada burung kenari.
Tempelkan kandang di dinding. Namun perlu diperhatikan supaya tidak ada hewan yang dapat mengganggu kandang seperti semut dan tikus. Untuk mencegah semut mendekati kandang, bisa menggunakan bantuan kapur pengusir semut dan kecoa. Goreskan kapur mengelilingi kandang sebagai pembatas agar semut tidak berani mendekat.
Letakkan sarang buatan untuk tempat kenari betina menaruh telur, meskipun secara naluri induk juga akan mencoba membuat sarang sendiri dengan mengumpulkan serabut yang mereka temukan. Biasanya kenari betina akan mulai bertelur setelah satu minggu sejak dikawinkan.

Dalam masa mengeram, usahakan juga agar suasana sekitar kandang terasa nyaman, tidak banyak aktifitas lalu lalang orang. Kandang tidak usah dikrodong. Kalau posisi kandang di luar ruangan, yang harus diperhatikan adalah meminimalisir kandang terkena tiupan angin. Tutup saja samping kanan dan sisi kiri kandang dengan kertas koran. Kandang dapat diberi lampu karena terkadang indukan turun untuk makan dan minum pada tengah malam.

Setelah 14 hari mengeram, telur kenari akan menetas.


Komentar Anda :

 
Back To Top