WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Membuat detektor boraks sederhana


Maraknya makanan berformalin, pewarna tekstil, boraks dan kawan-kawannya membuat kita harus hati-hati dan waspada. Karena bukan tidak mungkin, makanan bercampur bahan kimia yang seharusnya tidak baik bahkan dilarang oleh BPOM karena dapat mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan, berkeliaran di depan rumah kita. Walaupun tidak semua pedagang bertindak curang, namun kita harus tetap bersikap waspada. Apalagi jika di rumah ada anak kecil. Tahu sendiri bagaimana kalau anak kecil minta apa-apa harus dituruti.

Kita tidak mungkin menanyakan secara langsung kepada si penjual apakah dagangannya mengandung boraks atau tidak. Karena itu dibutuhkan semacam alat untuk mendeteksi kandungan boraks pada suatu makanan. Dan berita baiknya, kita bisa membuatnya sendiri karena bahan-bahannya pasti ada di setiap rumah, yaitu dapur.



Cara membuat detektor boraks sederhana sangatlah mudah. Tips keren ini saya dapat dari acara di salah satu televisi swasta Indonesia. Langsung saja kita simak bersama.

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah Kunyit atau Kunir dan beberapa lembar kertas tisu (warna putih). 
  • Kunyit dicuci kemudian diparut.
  • Tambahkan sedikit air bersih lalu aduk sebentar, setelah itu air kunyit disaring dan masukkan ke dalam mangkuk.
  • Masukkan beberapa lembar ketas tisu (jumlah terserah anda) ke dalam mangkuk yang berisi air kunyit tadi hingga semua tisu menjadi basah dan berwarna kuning.
  • Angkat tisu kemudian dijemur atau diangin-anginkan hingga kertas tisu tadi kering.

Cara menggunakannya :

Ambil bahan makanan yang anda curigai mengandung boraks lalu rebus hingga airnya mendidih.
Ambil sedikit air rebusan kemudian teteskan pada kertas detektor boraks buatan anda.
Perhatikan perubahan pada ketas tisu. Apabila bekas tetesan air pada kertas tisu berubah warna menjadi merah bata maka makanan tadi positif mengandung borak.

Nah, mudah sekali bukan ? Setidaknya dengan cara ini kita dapat mencegah masuknya bahan kimia berbahaya kedalam tubuh melalui makanan.


 
Back To Top