WISMA KREATIF

Be Creative - Be Healthy - Be Success

Manfaat Vs Efek Samping Mengkonsumsi Daun Katuk


Semua pasti sudah tahu kalau daun katuk merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai pelancar ASI bagi ibu yang sedang menyusui. Daun katuk dapat dibuat menjadi sayur atau bisa juga dibuat jus. Apa saja kandungan yang terdapat di dalam daun katuk, berikut yang saya dapatkan dari Om Wiki.

Daun katuk mengandung hampir 7 % protein dan serat kasar sampai 19 %. Daun katuk kaya vitamin K, beta karoten, vitamin B, dan vitamin C. Daun katuk juga mengandung kalsium, zat besi, kalium, fosfor, dan magnesium. Warna daunnya hijau gelap karena kadar klorofil yang tinggi. Cara memanfaatkan daun katuk dapat diolah seperti kangkung atau daun bayam.

Berikut beberapa manfaat yang saya rangkum dari beberapa sumber :
    Manfaat Vs Efek Samping Mengkonsumsi Daun Katuk
  • Dun katuk dipercaya dapat melancarkan ASI.
  • Mencegah Osteoporosis karena mengandung kadar kalsium yang tinggi
  • Mengandung efedrin karena itu sangat baik bagi penderita influenza
  • Kaya senyawa yang dapat meningkatkan kualitas dan jumlah sperma, serta mampu membangkitkan vitalitas pria dan wanita.
  • Merupakan sumber vitamin A yang berguna untuk mencegah penyakit mata, pertumbuhan sel, sistem kekebalan tubuh, reproduksi, dan menjaga kesehatan kulit
  • Senyawa utama tubuh untuk pembuatan kolagen, pengangkut lemak, pengangkut elektron,pengatur tingkat kolesterol, serta pemacu imunitas. Juga untuk penyembuhan luka dan meningkatkan fungsi otak supaya dapat bekerja dengan maksimal.
  • Daun katuk kaya akan klorofil yang dapat membersihkan jaringan tubuh dan tempat pembuangan sisa metabotisme, mengatasi parasit, bakteri, dan virus yang ada dalam tubuh.
  • Daun katuk dapat digunakan sebagai pelangsing tubuh.
  • Daun katuk dapat menanggulaingi anemia karena daun katuk mempunyai kandungan zat besi yang cukup tinggi. Setiap 100 gr daun katuk mengandung sekitar 2.7 mg zat besi.
  • Mencegah dan memperbaiki ganguan reproduksi pada pria dan wanita.
  • Menghambat penyakit jantung serta ganguan pembuluh darah
Namun perlu diketahui bahwa daun katuk mengandung papaverina, yaitu suatu alkaloid yang juga terdapat pada candu (opium). Mengkonsumsi daun katuk secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti keracunan papaverin.

Mengkonsumsi daun katuk sebanyak 150 gr dalam keadaan mentah selama 2 sampai 7 minggu, dapat menimbulkan efek samping seperti sulit tidur dan sesak nafas. Hal semacam ini pernah terjadi di Taiwan ketika 44 orang mengkonsumsi jus daun katuk mentah. Namun gejala tersebut berangsur-angsur menghilang setelah pemakaian dihentikan selama 40-44 hari.

Selain itu, kasus kelainan paru-paru juga terjadi pada mereka yang mengkonsumsi daun katuk mentah dalam jangka waktu yang cukup lama. Pengobatan yang dilakukan pada penderita hampir tidak membuahkan hasil. Protozoa yang terdapat pada daun katuk disinyalir menjadi penyebabnya.

Meskipun daun katuk mempunyai banyak manfaat, namun apabila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan tubuh. Karena itu, untuk menghindari segala efek samping yang ditimbulkan, sebelum mengonsumsi daun katuk lebih baik dilakukan proses perebusan terlebih dahulu. Proses perebusan ini dilakukan untuk menghilangkan sifat racun yang terdapat dalamnya.


 
Back To Top